MIKROKONTROLER
ESP32: Mikrokontroler untuk IoT, Wi-Fi, BLE, dan Kontrol
Ringkasan kemampuan ESP32, pin, ADC, komunikasi, memori, boot mode, Wi-Fi, BLE, dan pertimbangan pemilihan varian.
Fungsi utama
ESP32 adalah keluarga system-on-chip yang menggabungkan prosesor, memori, GPIO, timer, komunikasi serial, dan radio. Varian berbeda memiliki jumlah core, arsitektur, kapasitas, USB, serta fitur radio yang berbeda. Pemilihan board harus mengikuti kebutuhan pin, tampilan, sampling, konektivitas, dan library.
Hal yang perlu diperiksa
- Tegangan logika 3,3 V dan batas pin.
- Pin strapping/boot yang dapat mengganggu startup.
- Keterbatasan ADC, noise, attenuasi, dan pin yang dipakai radio pada varian tertentu.
- Pembagian bus SPI untuk layar, touch, SD card, atau sensor.
- Pull-up I2C, panjang kabel, dan alamat perangkat.
- Ukuran flash, PSRAM, partition table, dan kebutuhan OTA.
Konektivitas
Wi-Fi cocok untuk integrasi server dan dashboard. BLE cocok untuk konfigurasi lokal atau streaming terbatas. Sistem dapat menggunakan fallback access point saat kredensial belum tersedia, lalu beralih ke DHCP router.
Praktik firmware
Hindari operasi blocking panjang, batasi alokasi String besar, periksa heap saat TLS, gunakan watchdog secara benar, dan simpan konfigurasi yang benar-benar perlu pada NVS/Preferences.